Setelah Ransomware WannaCry Kini Giliran Petya Yang Menggemparkan Dunia, Lihat Penjelasannya

Semua artikel yang saya ketik ini bersumber dari beberapa media berita terpopuler yaitu liputan6 dan kompas serta wikipedia untuk membantu pembaca memahami tulisan ini.

0
103
Virus ransomeware petya menyerang komputer didunia
Ilustrasi Terserang Virus Ransomeware

Bicara tentang virus komputer pasti tidak akan ada habisnya. Pasalnya virus komputer dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab sebagai pembawa keuntungan ataupun sengaja untuk membuat kerusakan. Sekarang ini ada informasi tentang virus Ransomware. Ransomware sendiri merupakan virus yang menakutkan dan bisa merugikan perusahaan ataupun perorangan.

Apa Itu Ransomware?

Menurut Wikipedia Perangkat pemeras (ransomware) adalah jenis perangkat perusak yang dirancang untuk menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar. Jenis yang sederhana bekerja dengan mengunci sistem dengan cara yang tidak sulit untuk ditangani oleh orang yang ahli, sedangkan jenis yang lebih canggih akan mengenkripsi berkas sehingga tidak dapat diakses. Serangan perangkat pemeras umumnya dilakukan melalui Trojan yang disamarkan sebagai berkas yang sahih.

Sebelumnya ada serangan yang sangat mengejutkan dari virus ransomware ini yaitu Virus RansomWare Wannacry. Virus ini akan meminta tebusan kepada pengguna yang filenya terserang virus ini. Tebusan yang diminta pun cukup menggiurkan yaitu senilai $300 – $400 atau kalau di rupiahkan sebesar 3,9 juta – 5,2 juta. (kurs dollar 13 ribu). Serangan ini terjadi pada mei 2017 tepatnya tanggal 12 – 15.

Baca Juga: Wah Tiga Perusahaan Terkemuka Ini Pernah Alami Kegagalan Guys, Cek Sekarang

Beberapa sumber meyakini bahwa virus ransomware WannaCry ini menggunakan Exploit EternalBlue yang dikembangkan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat atau NSA untuk menyerang komputer yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows.

Dampak Seragan Ransomware!

Virus ransomware petya menggemparkan dunia
Tampilan Ransomware Attack

Serangan ini mengenai Telefónica dan beberapa perusahaan besar lainnya di Spanyol, serta sebagai dari National Health Service (NHS), FedEx dan Deutsche Bahn. Sasaran lain di setidaknya 99 negara juga melaporkan penyerangan sekitar waktu yang sama. Lebih dari 1.000 komputer di Kementerian Urusan Dalam Negeri Rusia, Kementerian Darurat Rusia dan perusahaan telekomunikasi Rusia MegaFon, telah dilaporkan terinfeksi.
Meskipun tambalan untuk mengatasi kerentanan ini telah dikeluarkan pada tanggal 14 Maret 2017, keterlambatan dalam penerapan pembaruan keamanan membuat beberapa pengguna dan organisasi tetap dalam kondisi rentan. Di Indonesia, perangkat ini menyerang sejumlah komputer di berbagai rumah sakit umum dengan permintaan uang tebusan Rp 4.000.000 untuk mengembalikan komputer ke sediakala. (wikipedia)

loading...