Aplikasi Penyebab Baterai Ponsel Cepat Habis
Aplikasi Penguras Baterai Ponsel | Via Pixabay

Bicara tentang gadget tidak akan ada habisnya, terutama di bidang softwarenya atau lebih dikenal aplikasi. Berbagai macam aplikasi untuk smartphone biasanya tersedia untuk menambah kecerdasan ponsel pengguna. Tetapi perlu dicatat bahwa smartphone memiliki keterbatasan pada kapasitas penyimpanan dan daya tahan baterai. Ada beberapa aplikasi penyebab baterai ponsel cepat habis.

Tidak hanya itu saja, jika terlalu banyak aplikasi yang terpasang dalam smartphone bisa juga dapat mempengaruhi performa ponsel. Oleh karena itu, sebaiknya pengguna harus lebih teliti dalam memilih aplikasi apa saja yang pengguna butuhkan dan bermanfaat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Apabila smartphone Anda sudah terlanjur lelet, ada baiknya Anda menghapus aplikasi yang banyak memakan tempat penyimpanan dan menghabiskan baterai paling banyak.

Sebagaimana dirangkum dari Androidpit, berikut ini adalah beberapa aplikasi Android yang sebaiknya dilengserkan dari smartphone.

Baca: 5 Aplikasi Yang Bisa Dipakai Untuk Internet Gratis

1. Facebook


Dapat dipastikan bahwa sebagian besar pengguna smartphone memiliki aplikasi jejaring sosial terbesar ini karena aplikasi ini biasanya sudah tersedia dalam ponsel baru. Facebook merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk dapat terhubung dengan orang-orang kapan pundan dimana pun pengguna berada. Kepopuleran aplikasi ini pun sudah lama terjaga.

Tetapi ada harga yang harus dibayar ketika Anda sudah memasang aplikasi ini. Selain banyak memakan kapasitas penyimpanan karena fitur dan notifikasinya, Facebook untuk Android juga banyak memakan daya baterai.

Jika Anda ingin tetap bermain Facebook di ponsel, Anda dapat menyediakan shortcut untuk membuaka situs Facebook pada browser. Langkah tersebut akan dapat jauh menghebat kapasitas dan baterai jika dibandingkan dengan mengakses aplikasinya.

2. Aplikasi cuaca

Aplikasi cuaca ini memang terbilang cukup penting karena melalui aplikasi ini pengguna dapat mengetahui cuaca yang akan terjadi. Misalkan pengguna harus membawa payung karena sebentar lagi akan turu hujan, atau sebaliknya menggunakan kaos berbahan tipis karena matahari sedang terik-teriknya.

Namun, jika terjadi pembaruan berkala dalam aplikasi tersebut maka akan memakan banyak daya, apalagi jika pengguna mematrikan widget aplikasi di homescreen.

Sebagai alternatifnya, ada cara yang dapat ditempuh yaitu dengan menggunakan fitur Google Now untuk menanyakan informasi cuaca.

3. Anti-virus gratis

Ancaman virus yang dapat menyerang smartphone memang dapat membuat was-was. Namun aplikasi yang disediakan untuk antivirus dan pelindung keamanan smartphone Android menjadi menyebalkan karena sangat boros daya baterai.

Daripada mendownload aplikasi antivirus, lebih baik Anda gunakan saja smartphone Anda secara bijak, baik dalam mendownload aplikasi, maupun mendownload konten-konten lainnya. Downloadlah aplikasi resmi yang tersedia dalam toko aplikasi Google Play Store.

Terlebih lagi Android sudah mengklaim bahwa sistem operasinya sudah terlindung dari berbagai macam serangan dan mengakomodasi sistem enkripsi. Selain itu, Google juga disebut semakin tanggap dalam mengidentifikasi dan menghapus aplikasi yang berbahaya dari Google Play Store.

memang sebenarnya sekarang banyak virus yang sudah tersebar di internet salah satunya yaitu Ransomware yang cara kerjanya meminta uang tebusan yang cukup besar kepada pemilik untuk menghilangkan malware tersdebut.

Baca: Apa Itu Ransomware Dan Cara Mengatasinya

4. Aplikasi pembersih dan peningkat kinerja

Clean Mastster merupakan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membersihkan sampah jika di smartphone pengguna terdapat sampah. Dan aplikasi tersebut menjajikan dapat membersihkan aplikasi yang bermanfaat untuk meningkatkan performa ponsel. Karena aplikasi-aplikasi yang dulunya pernah dipasang di ponsel kemudian dihapus biasanya menyisakan beberapa data tersembunyi (cached data) yang juga dapat memakan kapasitas memori penyimpanan.

Clean Master, Cleaner, CC Cleaner, Speed Booster, dan aplikasi sejenisnya selain masih menyisakan “sampah”, juga akan cepat menghabiskan daya baterai. Selain itu, iklan in-app di dalamnya juga bisa memotong kuota internet.

Ada baiknya aplikasi seperti ini dilengserkan saja dari ponsel Anda. Sebagai alternatifnya pengguna dapat melakukan dengan cara beranjak ke “settings” – “apps” – “downloaded” lalu tekan salah satu aplikasi, kemudian pilih “clear cache”.

5. Aplikasi browser bawaan Android

Di smartphone Android biasanya terdapat banyak pilihan aplikasi browser daripada harus menggunakan browser bawaan. Salah satunya adalah Chrome atau Opera Mini untuk Android.

Aplikasi browser ini secara untama memiliki fitur yang dapat digunakan untuk mereduksi penggunaan data internet pengguna, yakni menyusutkan situs yang dikunjungi. Fitur tersebut bisa menghemat penggunaan data hingga 34 persen.