3 Kebudayaan Banyumas Yang Hampir Terlupakan
Banyumas Culture | Wahbanget.com
Threesecond Gratis Ongkir Wah Banget

Wahbanget.com – Kebudayaan Indonesia sangatlah beraneka ragam, maka dari itu kita sebagai bangsa Indonesia patut mensyukurinya, karena selain kekayaan alam kita juga mempunyai kekayaan lain yakni KEBUDAYAAN. Di bawah ini ada 3 buah kebudayaan Banyumas yang menjadi pokok bahasan.

Sebenarnya masih banyak kebudayaan Indonesia yang hampir terlupakan oleh masyarakatnya sendiri khususnya Banyumas. Maka dari itu, Kita sebagai warga Indonesia harus mempertahankan kebudayaan Kita.

3 Kebudayaan Banyumas Yang Hampir Terlupakan

1. COWONGAN

Cowongan Kebudayaan Banyumas Yang Hampir Terlupakan
Tradisi Cowongan Dari Banyumas | Via burung-net.com

Cowongan adalah salah satu kebudayaan banyumas yang merupakan jenis ritual atau upacara minta hujan yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Banyumas dan sekitarnya. Menurut kepercayaan masyarakat Banyumas, permintaan datangnya hujan melalui cowongan, dilakukan dengan bantuan bidadari, Dewi Sri yang merupakan dewi padi, lambang kemakmuran dan kesejahteraan.

Baca Juga: 5 Tradisis Menyambut Tahun Baru Islam Di Indonesia

Melalui doa-doa yang dilakukan penuh keyakinan, Dewi Sri akan datang melalui lengkung bianglala (pelangi) menuju ke bumi untuk menurunkan hujan.

Instal Pegi-pegi untuk booking hotel WahBanget

Datangnya hujan berarti datangnya rahmat Illahi yang menjadi sumber hidup bagi seluruh makhluk bumi, termasuk manusia. Biasanya cowongan dilaksanakan hanya pada saat terjadi musim kemarau panjang.

2. EBEG

Ebeg Kebudayaan Banyumas Yang Hampir Terlupakan
Tradisi Ebeg Dari Banyumas | Via nationalgeographic.co.id

     Ebeg adalah bentuk tari tradisional khas Banyumas dengan properti utama berupa ebeg atau kuda kepang. Kesenian ini menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya.

Biasanya dalam pertunjukkan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul & cépét. Dalam pertunjukkannya ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe. Kesenian ini mirip dengan jathilan, kuda kepang dan kuda lumping di daerah lain.

Diperkirakan kesenian Ebeg ini sudah ada sejak zaman purba tepatnya ketika manusia mulai menganut aliran kepercayaan animisme dan dinamisme.

Salah satu bukti yang menguatkan Ebeg dalam jajaran kesenian tua adalah adanya bentuk-bentuk in trance (kesurupan) atau wuru.

Bentuk-bentuk seperti ini merupakan ciri dari kesenian yang terlahir pada zaman animisme dan dinamisme.

loading...